UBpreneur

Universitas Bakrie Melalui UBPreneur Mendukung Pertumbuhan Kewirusahaan Muda di Indonesia

Jakarta (20/5)-Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2015 dan dalam rangka menumbuhkembangkan ekonomi kewirausahaan serta meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan ekonomi, SahabatPreneur melakukan kegiatan Launching sekaligus Seminar “Forum Kewirausahaan SahabatPreneur 2015”. Dalam acara tersebut menghadirkan pembicara dari kalangan perbankan, praktisi wirausaha dan akademisi

 

Sesuai dengan visi dari Universitas Bakrie yakni menjadi perguruan tinggi yang dapat menghasilkan wirausaha-wirausaha muda berbasis perguruan tinggi (entrepreneur-technopreneur). Karena itu, UBpreneur (inkubator bisnis Universitas Bakrie) selalu memberikan motivasi kepada mahasiswa dengan memberikan pelatihan-pelatihan praktis mengenai kewirausahaan kepada mahasiswa salah satunya dengan mengikuti seminar-seminar dan workshop.

Mengusung tema “Smart Young Entrepreneurs Sebagai pelopor Kebangkitan Bangsa”, acara seminar dibuka oleh Dr. Ir. H. Fadel Muhammad, Ketua Komisi XI DPR yang juga merupakan Pembina dari SahabatPreneur yang menekankan kepada semua peserta yang hadir bahwa menjadi entrepreneur itu sesuatu yang dapat dipelajari dan kita harus mulai merubah mindset mahasiswa ketika lulus nanti tidak hanya ingin menjadi pekerja namun juga menjadi wirausahawan.

Dengan slogan SMART.FOCUS.MIRACLE yang diartikan sebagai pencapaian kesuksesan baik cara berfikir, bertindak memanfaatkan peluang diiringi dengan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME. Seminar sesi pertama yang mengambil topik “Wirausaha Muda Kreatif” dengan pembicara Dr. Roberto Akyuwen Analis Eksekutif Senior Bidang Pengembangan LKM Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Yunita Resmi Sari Direktur Kepala Grup Pengembangan UMKM Bank Indonesia dan Donald C. Lantu, Ph. D Director of Centre for Innovation, Entrepreneurship and Leadership dari ITB  dapat diambil kesimpulan, yaitu Indonesia masih kekurangan wirausahawan, bila Indonesia ingin menjadi negara yang besar, entrepreneurship harus dikembangkan lewat pembiayaan dan pembinaan terutama dukungan dari Bank Indonesia, karena entrepreneurship dampaknya viral karena menyumbang pada perekonomian nasional yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Pak Donald dalam presentasinya mengutip quote dari Rhenald Kasali bahwa dalam menjadi wirausahawan yang dicari bukanlah “uang” tapi “meaning” karena bila kegagalan itu datang kita tetap berfokus pada apa yang telah menjadi tujuan kita sejak awal, makna yang didapat bahwa dengan ber wirausaha kita dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, karena saat ini adalah saat yang tepat dimana Indonesia masih memiliki potensi, kekayaan alam yang bisa di eksplorasi diiringi dengan  knowledge yang tepat, dan untuk mendapatkan knowledge tersebut dapat diperoleh dari mana saja, seperti mengikuti workshop dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan.

 

Ciri-ciri wirausahawan yang sukses adalah yang dapat  mengembangkan passion dan talenta nya untuk kemudian di komersialisasi, dari mulai bisnis start up, kemudian menjadi growing dan kemudian upscaling, pesan terakhir dari seminar ini adalah” Tidak ada kata terlambat untuk berbisnis, tetaplah fokus dan janganlah patah semangat”.