UBpreneur

EMPOWERING WOMEN ENTREPRENEURS USING TECHNOLOGY @america

Pada tanggal 11 Maret 2014, pusat kebudayaan Amerika yang lebih dikenal dengan @america mengadakan acara panel diskusi dengan judul “Empowering Women Entrepreneurs Using Technology” dalam rangka memperingati International Women’s Day. Acara ini diselenggarakan di @america yang terletak di Pacific Place level 3, dimulai dari pukul 19.30 WIB sampai dengan pukul 21.30 WIB. Acara Empowering Women Entrepeneurs Using Technology ini dihadiri oleh beberapa tokoh wanita penting, diantaranya adalah Ms. Kristen Bauer selaku charge d’affaires U.S Embassy Jakarta, Ibu Nita Yudi selaku Presiden dari IWAPI, dan Ms. Astrid Tuminez selaku direktur regional dari Microsoft.

 

Ada beberapa perwakilan mahasiswa, dan dosen dari Universitas Bakrie yang mengikuti panel diskusi “Empowering Women Entrepreneurs Using Technology” di @america. Para mahasiswa tersebut adalah Adriwal dan Syntia Veronica dari prodi Akuntansi angkatan 2013, dan Bapak Boy Pasaribu selaku Kepala UBPreneur.

 

Setelah pembukaan singkat dari MC, Ms. Kristen Bauer memberikan sambutan hangat kepada para peserta diskusi yang mayoritas adalah wanita Indonesia yang telah menjadi entrepreneur. Beliau mengatakan bahwa kewirausahaan tidak mempunyai gender, yang berarti tidak peduli baik wanita maupun pria, asalkan mereka mau berusaha, pantang menyerah, dan mempunyai niatan untuk menjalani usahanya, mereka pasti bisa menjalankan usaha mereka. Sambutan hangat dari MS. Kristen Bauer mendapat tanggapan positif dari para peserta panel diskusi.

 

Selanjutnya, Ibu Nita Yudi selaku Presiden dari IWAPI memberikan speech yang secara garis beras mengatakan bahwa IWAPI sendiri sudah mencapai tahap yang cukup membanggakan karena banyaknya bisnis yang dimiliki oleh kaum wanita Indonesia yang dinaungi oleh IWAPI. Dengan banyaknya jumlah bisnis kepemilikan wanita Indonesia yang dinaungi oleh IWAPI dapat diperoleh gambaran bahwa wanita Indonesia juga dapat bersaing di kancah internasional, tentunya dengan dukungan berbagai pihak yang turut andil dalam dunia bisnis di Indonesia, termasuk IWAPI sendiri. Dalam waktu dekat, IWAPI juga telah bekerja sama dengan Microsoft yang menghasilkan pemberian aplikasi Microsoft 365 gratis selama 30 hari untuk IWAPI. Dengan adanya kerja sama ini, sangat diharapkan, Microsoft dan IWAPI dapat lebih mengembangkan kerja sama mereka untuk kedepannya.

 

Pembicara ketiga adalah Ms. Astrid Tumenez selaku Regional Director Microsoft. Beliau membicarakan tentang bagaimana seorang wanita bertransisi menjadi seorang entrepreneur. Mayoritas wanita di dunia ini bertransisi menjadi seorang entrepreneur dikarenakan satu dan lain hal. Diantaranya adalah tekanan sosial ekonomi yang mereka alami dalam hidup mereka, seperti misalnya suami mereka yang sebenarnya menjadi tulang punggung keluarga meninggal dunia, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, keharusan untuk mengurus anak, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tekanan-tekanan social ekonomi yang dihadapi oleh mereka bukanlah suatu hal yang dapat menghambat mereka dalam menjalani hidup. Dengan adanya kreatifitas dan niat yang bulat dari dalam diri mereka, mereka dapat menjadi entrepreneur yang niscaya sukses. Ms. Astrid Tumenez juga mengemukakan bagaimana Microsoft dapat membantu para wanita entrepreneur dalam menjalankan usaha mereka, yang tentunya dengan berbagai macam teknologi yang mereka miliki.

 

Selama diskusi berlangsung, ada pertanyaan menarik yang diajukan oleh beberapa peserta diskusi. Diantaranya adalah:

•Apakah Microsoft membuat aplikasi mereka sendiri?

•Bagaimana cara mengenalkan teknologi canggih seperti Microsoft kepada para pekerja yang berpendidikan rendah?

•Dapatkah sebuah kelompok usaha kecil masuk menjadi anggota IWAPI?

Jawaban untuk tiga pertanyaan tersebut adalah:

•Microsoft tidak membuat aplikasi mereka sendiri. Melainkan para partner yang bekerja sama dengan microsoft lah yang membuat aplikasi-aplikasi tersebut untuk Microsoft, lalu Microsoft memasterkan aplikasi tersebut sehingga dapat digunakan untuk keperluan yang bermanfaat untuk para khalayak umum, dan tentunya, untuk para wirausahawan.

•Cara mengenalkan teknologi canggih seperti Microsoft kepada para pekerja yang ber[endidikan rendah adalah dengan cara pemilik bisnis tersebut yang terlebih dahulu belajar teknologi canggih tersebut sehingga benar-benar cakap dan dapat menngajarkannya secara sederhana namun tepat sasaran kepada para karyawannya.

•Kelompok usaha kecil tentu dapat bergabung dengan IWAPI, dan tentunya dengan bergabungnya kelompok usaha kecil ini akan saling memberikan kontribusi baik dari segi finansial maupun yang lainnya. Akan teta[I, poin penting yang harus digaris bawahi adalah, kelompok usaha kecil ini harus dimiliki oleh wanita Indonesia.

Pada pukul 21.30 WIB, acara diskusi panel “Empowering Women Entrepreneurs Using Technology” berakhir dengan adanya pengambilan gambar yang merupakan simbolis dari ketiga pembicara dalam diskusi panel tersebut. Acara ini tentunya memberikan inspirasi menarik untuk para pesertanya yang membuktikan bahwa wanita juga tentu dapat menjadi seorang