UBpreneur

WORKSHOP “BUILD YOUR STARTUP BUSINESS” WITH SHARAH MADHANI

 

Pada hari Sabtu, tanggal 8 Maret 2014 diadakan sebuah workshop di kampus Universitas Bakrie yang mengundang Sharah Madhani sebagai instruktur workshop ini. Sharah Madhani merupakan salah satu alumni Universitas Bakrie jurusan Manajemen angkatan 2008. Sharah yang kini dikenal sebagai entrepreneur muda memiliki berbagai bisnis. Namun, bisnisnya yang paling terkenal dan mudah dijangkau dari Universitas Bakrie adalah “Waxing Corner”, dimana Waxing Corner adalah sebuah salon kecantikan khusus untuk para wanita yang terletak di area Plaza Festival. Bakat dan niatan Sharah Madhani untuk menjadi seorang entrepreneur tidak main-main. Ia memulai bisnis kecil-kecilan yang menjual aksesoris dengan mengandalkan kreatifitas dan kerja sama tim yang baik bersama teman-teman semasa kuliahnya. Bisnis itu bernama “creashion”. Dari creashion lah Sharah mulai mengembangkan sayap untuk memulai bisnisnya sendiri.

 

 

Sharah mengadakan permainan edukasi yang sangat menarik untuk para peserta workshop. Permainan ini merupakan salah satu permainan yang mensimulasikan sebuah perjalanan usaha bisnis dimana peserta merasakan langsung proses yang dialami dalam sebuah usaha bisnis dalam skala kecil. Pada awal permainan, semua peserta diminta menyebutkan hal-hal apa saja yang perlu dipikirkan untuk memulai sebuah usaha, hal ini dimaksudkan bisa seseorang ingin memulai sebuah bisnis, maka perlu memperhatikan beberapa hal penting. Kemudian, muncul lima poin yang disebutkan oleh Sharah Madhani, secara berurutan yaitu produk, bahan baku, biaya, harga, dan modal. Lima poin itu adalah kunci dari seseorang untuk memulai sebuah bisnis. Jika semua hal itu dipikirkan dengan matang, maka langkah selanjutnya adalah pengaplikasiannya. Kemudian setelah dijabarkan 5 poin itu, permainan pun dimulai. Tiap-tiap poin mempunyai satu buah komponen. Pada permainan ini disimulasikan pada poin produk terdapat produk topi yang akan digunakan nanti. Topi yang akan digunakan berbahan baku dari sebuah kertas putih polos persegi empat. Kemudian harga dari bahan baku itu sebesar Rp.40 perlembar dan dibeli di Toko Harry. Kemudian produk yang tadi akan dijual pada Toko Sally sebesar Rp.80. Pada awal permainan, semua tim diberi modal untuk usaha sebesar Rp.160 yang bisa digunakan untuk semua hal. Kemudian ada biaya tambahan untuk biaya sewa sebesar Rp.100 dan untuk membayar modal ditambah bunga sebesar Rp.200. Biaya ini dibayarkan hanya satu kali dalam satu bulan.Permainan pun dimulai, semua tim mulai dibagikan kertas perencanaan untuk merencanakan apa yang akan dilakukan tim itu untuk 1 bulan. Terdapat empat iterasi pada bulan itu dengan keterangan pada hari senin yaitu membeli bahan baku, selasa memproduksi dengan bahan baku yang telah dibeli di hari senin, rabu menjual produk yang telah dibuat sebelumnya. Untuk hari kamis yaitu membayar semua tagihan yang ada, namun hanya berlaku untuk diminggu keempat. Jumat yaitu hari untuk membuat perencanaan yang akan dilakukan seminggu kedepannya dan hari sabtu yaitu hari berbelanja kebutuhan sehari-hari. Semua hal ini dimaksudkan agar orang yang ingin memulai usaha agar merencanakan terlebih dahulu langkah-langkah yang akan diambil pada saat memulai sebuah usaha bisnis. Selain itu, tim-tim yang bermain, mendapatkan sifat masing-masing, yaitu “si hemat”, “si boros” dan “si kaya”. Bisa diibaratkan di kehidupan nyata bahwa orang mempunyai sifat yang berbeda-beda dan kita pasti akan bertemu dengan mereka, jadi kita harus bisa menyikapinya dan harus mempunyai prinsip yang kuat. Dan juga pada awal permainan, setiap tim diberikan waktu untuk menghitung target produksi yang akan dibuat dan juga jumlah saldo yang tersisa. Arti dari tahap ini yaitu, orang harus mempunyai target dalam hal apapun, khususnya dalam berbisnis. Karena target itulah yang akan menentukan keberhasilan dan target itu pula yang menjadi landasan semangat bagi pebisnis, karena jika mereka sudah mencapai target, maka mereka akan menaikan target tersebut, sehingga usaha mereka akan terus berkembang terus. 

Pada minggu pertama atau iterasi pertama, banyak tim yang masih bingung dengan cara bermain permainan ini. Sebagian tim masih banyak yang merencanakan strategi yang salah, sebagian lagi mulai merencanakan strategi yang tepat. Setelah iterasi pertama selesai, barulah semua tim sadar akan kekurangan dari strategi masing-masing. Dan pada iterasi kedua inilah semua tim mulai memperbaiki strategi bisnis mereka. Inti dari kegiatan ini yaitu pada awal membuat usaha bisnis banyak orang yang salah mengambil pilihan strategi, tapi setelah mereka menyadari itu, mereka harus memperbaiki yang salah agar semua dapat berjalan dengan baik dan dapat berkembang. Dalam setiap langkah yang diambil, ada beberapa pilihan lain yang dapat diambil, contohnya berapa uang yang dibelikan bahan baku, berapa uang yang ditabung dan berapa uang yang akan dibelanjakan untuk kebutuhan sehari-hari. Makna dari kegiatan ini yaitu agar orang yang mempunyai usaha bisnis, selain memperhatikan strategi bisnis mereka, harus juga berhati-hati dalam pengeluaran biaya. Mengutip kalimat dari Sharah Madhani, “Strategi untuk memulai usaha bisnis yaitu bukan menghabiskan semua modal yang kita punya, tapi bagaimana caranya agar memaksimalkan rencana yang telah dibuat dengan modal yang kita punya”. Dan juga ada kejadian tak terduga yang hampir membuat hancur strategi semua tim. Contohnya, tim yang tidak membeli makanan harus membeli makanan dengan minimal harga Rp.60. Hal ini merupakan hal yang sangat bermakna, artinya dalam kehidupan asli, sangat mungkin ada biaya atau ada kejadian tak terduga yang tidak direncanakan datang dengan tiba-tiba, sehingga kita harus mengeluarkan biaya lebih, bahkan harus merelakan harta yang lain. Dengan hal itu, maka pebisnis harus hati-hati dan pintar-pintar mengatur menejemen keuangan mereka untuk hal tak terduga. 

Pada iterasi ketiga, barulah semua tim sudah mengerti dengan permainan dan mulai berhati-hati terhadap langkah yang mereka akan ambil. Pada tahap ini sudah terlihat tim yang unggul dan tim yang salah dalam strateginya. Tahap ini mengajarkan kita bahwa jika sebelumnya strategi dan menejemen keuangan ada yang keliru atau kurang baik, maka selanjutnya harus diperbaiki agar kedepannya bisa lebih baik. Iterasi keempat adalah minggu terakhir, semakin terlihat mana tim yang sudah bisa mengatur strategi dengan baik, mana yang tidak. Sesuai dengan target produksi dan saldo yang telah tiap tim tulis pada awal permainan, beberapa tim kurang dari target yang telah dihitung sebelumnya, ada juga tim yang mendapatkan hasil jauh lebih buruk sampai saldo mereka minus(-). Makna dari tahap ini yaitu tidak berhasil di awal itu wajar, karena keberhasilan datangnya dari kegagalan terlebih dahulu, tetapi yang menjadi masalah ialah jika seseorang telah gagal dan tidak memperbaiki kesalahannya, maka hasil akhirnya tidak akan lebih baik dari orang yang bangkit dan memperbaiki dari kesalahannya. 

Dalam setiap tahap permainan ini terdapat makna yang dapat diambil untuk dilakukan dalam kehidupan nyata. Jika untuk seorang pebisnis yang sudah ada di tahap “Start Up”, permainan ini sangat mirip dengan yang terjadi sebenarnya. Contohnya , bagaimana seseorang menggunakan modalnya untuk membeli bahan baku yang sesuai, bagaimana cara mengelola keuangan yang baik agar modal dapat berputar terus-menerus, bagaimana rasanya terjadi hal yang tak terduga dan dapat merusak semua sistem yang telah dibuat, dan masih banyak lagi. Intinya dalam permainan ini, peserta permainan dapat merakasan langsung apa yang akan terjadi jika ia melakukan bisnis yang sebenarnya. 

Ada empat hal yang dapat kita ambil dari permainan ini, pertama yaitu dasar siklus usaha. Diberikan empat minggu dalam permainan ini adalah agar siklus usaha terbentuk, mulai dari perencanaan, pembelian bahan baku, penjualan bahan baku dan belanja. Jadi diharapkan setiap orang agar dapat berpikir panjang tentang yang akan dihadapi selanjutnya agar tidak mengalami kerugian. Kedua yaitu perencanaan penggunaan kas, hal ini penting karena dalam setiap usaha bisnis, keuangan merupakan hal yang paling vital. Perencanaan keuangan dari sebelum memulai usaha merupakan hal yang wajib dilakukan, karena akan mengontrol semua arus keuangan. Maka penggunaan kas ini menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan dalam memulai sebuah usaha. Ketiga yaitu pentingnya menjaga arus kas, hal ini juga sangat penting dalam memulai usaha bisnis, jika menejemen keuangan sudah tidak terkontrol, maka usaha itu akan susah berkembang. Yang terakhir yaitu kebutuhan menyimpan catatan, hal ini juga sangat penting, karena akan berkaitan dengan semua hal, contohnya dengan menyimpan catatan, kita akan tahu perkembangan usaha kita dengan melihat keuntungannya, juga dapat lebih baik dalam mengatur arus kas. Catatan merupakan hal kecil yang sangat penting dalam sebuah usaha. Jadi permainan ini bertujuan untuk menempatkan seseorang dalam keadaan memulai usaha bisnis agar dapat merasakan semua hal yang akan terjadi kelak, tetapi dalam lingkup yang kecil.

Pada akhir acara, dapat ditarik kesimpulan menarik dari Sharah Madhani, yaitu “jalanilah usaha/bisnis dari sesuatu yang kalian sukai”. Jika kita pikir lebih lanjut, memang pada kenyataannya, seberat apapun usaha dan bidang yang sedang kita jalani, kalau kita menyukai bidang tersebut, kita tidak akan pernah mengeluh dan berkecil hati, malah kita akan terus berusaha untuk mengembangkan bidang tersebut agar menjadi lebih baik, dan batin kita akan puas dengan kesuksesan usaha kita di bidang tersebut.