UBpreneur

Pertimbangan Sebelum Resign untuk Berbisnis

User Rating:  / 0
PoorBest 

Barangkali, saat ini Anda ingin keluar dari pekerjaan dan sudah punya ide untuk memulai usaha sendiri. Ada ribuan alasan untuk Anda dalam menempuh jalur sebagai entrepreneur, ketimbang harus bekerja dengan orang lain.

Namun, bila alasan Anda memulai bisnis karena dorongan bosan bertanggung jawab kepada orang lain (atasan), itu alasan yang salah. Sebab, ketika Anda menjadi pengusaha, Anda akan bertanggung jawab pada diri sendiri, karyawan, pelanggan, investor, dan lain sebagainya.

Nah, sebelum memulai usaha, Anda harus tahu di sektor bisnis apa kaki Anda akan berpijak. Dan, perlu Anda perhatikan tantangan-tantangan berikut ini.

Memecahkan masalah
Apa pun bisnis Anda nantinya, usahakan bisnis tersebut memberi pemecahan masalah (solusi) bagi orang lain (konsumen). Jangan memulai bisnis hanya, karena riset pasar menyatakan potensi besar untuk industri tertentu!

Lakukan riset untuk mencari tahu tantangan yang dihadapi orang. Bangun produk, atau jasa berdasar riset Anda itu. Hampir setiap perusahaan yang sukses, dibangun untuk memecahkan sebuah masalah.

Sebagai contoh, Dropbox memecahkan masalah sinkronisasi file di beberapa perangkat. WhatsApp memecahkan masalah pengiriman pesan (tanpa menimbulkan biaya) di beberapa produsen ponsel.

Menunda = bunuh diri
Jika Anda punya ide bisnis, mulai jalankan sekarang. Jika ditunda, orang lain yang akan meluncurkan bisnis tersebut.

Anda tidak akan pernah tahu keunikan bisnis tanpa mengeksekusinya. Perbedaan ide terletak pada eksekusinya. Ingat, Google bukanlah mesin pencari pertama ketika diluncurkan. Tapi apa dibedakan Google? Pelaksanaannya (algoritma) dari ide yang ada.

Kegagalan sangat akrab
Jika Anda memutuskan untuk menjadi startup (bisnis bidang teknologi informasi/TI), Anda pasti akan gagal! Anda harus mengakrabi kegagalan sebelum menuai sukses.

Permainan Angry Birds adalah upaya ke-52 yang dilakukan oleh Rovio. Sarana pembayaran PayPal merupakan usaha kelima dari Max Levchin.

Jebakan modal
Ini, terutama bagi pebisnis teknologi (startup). Semakin banyak uang yang dimiliki startups di awal bisnis, semakin banyak kesalahan yang bakal mereka buat.

Adalah sebuah keuntungan bila Anda tak punya modal. Dengan begitu, Anda tak akan bertindah bodoh menyewa profesional dan kantor mewah untuk memulai usaha.

Tetapi, jelas Anda perlu modal. Bongkar tabungan, atau ajak teman dan saudara untuk memodali Anda. Jangan lupa presentasikan konsep bisnis Anda itu.

Aneka tantangan di atas boleh dibilang relatif mudah dilewati. Yang paling berat untuk memulai bisnis adalah, keluar dari pekerjaan Anda sebagai langkah pertama menjadi pengusaha.

Tetapi, bila langkah itu bisa Anda lewati, tak ada yang bisa menghentikan langkah-langkah berikutnya.

sumber :(as/vivanews)