UBpreneur

Do and Don’t Bisnis Sampingan

User Rating:  / 0
PoorBest 

Kerja sampingan bisa berbentuk bekerja paruh waktu di tempat lain, mendirikan dan membangun pekerjaan, atau usaha sendiri, dengan bidang usaha yang beragam.

 Namun usaha yang dipilih, sebaiknya tidak dalam bidang usaha yang sama dengan pekerjaan utamanya. Hal ini untuk menghindari benturan kepentingan, antara 

 Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

Loyalitas. Bentuk loyalitas yang dinilai, bisa berupa, waktu yang didedikasikan karyawan untuk perusahaan, diluar waktu tugas resminya. Ukuran loyalitas terhadap waktu kerja, bisa berbeda kriterianya untuk status jabatan karyawan. Bagi karyawan tingkat menengah bawah, mungkin perusahaan akan mudah memberikan kompensasi waktu, dengan upah lembur. Namun untuk level tingkat  menengah ke atas, tidak demikian, bahkan tidak diberikan kompensasi apapun. Karyawan tingkat ini tidak menuntut, karena kebutuhan aktualisasi dirinya bukan saja uang. Semakin tinggi jabatan, biasanya perusahaan mengharapkan loyalitas waktu karyawannya, tanpa memperhitungkan kompensasi berupa upah lembur. Loyalitas seperti ini, kiranya perlu dipertimbangkan bagi karyawan, yang menginginkan kerja sampingan, disela-sela waktu kerja utamanya.
 
Level jabatan. Bagi karyawan yang telah menduduki level jabatan menengah ke atas, dan tetap ingin memiliki pekerjaan sampingan, sebaiknya memiliki karyawan yang bisa dipercaya, untuk menjalankan usaha sampingannya tersebut.  Hal ini penting, agar kinerja di tempat pekerjaan utamanya tetap terjaga dan terjamin perkembangan kariernya. Pekerjaan atau usaha sampingannya, juga tetap bisa berjalan dan berkembang dengan baik.
 
Kriteria karyawan. Untuk memilih dan menunjuk karyawan yang dipercaya memegang dan menjalankan usaha, orang tersebut haruslah memiliki kesenangan atau hobi, di usaha sampingannya tersebut.  Jangan sekali-kali menyerahkan usaha sampingan, kepada orang atau karyawan yang tidak suka, bisa tambah merepotkan. Karena maksud menyerahkan pekerjaan kepada karyawan, untuk membantu dan memudahkan.
 
Bidang kerja/usaha sampingan.
·         Bidang usaha sampingan, sebaiknya dipilih dengan bijak. Ini untuk menghindari munculnya conflik of interestantara pekerjaan utama, dan sampingan.  Misalnya, pekerjaan tambahan memiliki bidang usaha yang sama,  atau produknya beda tetapi bidang tugasnya sama. Pekerjaan tambahan juga harus menghindari penggunaan fasilitas, atau bahan baku yang sama. Walaupun tidak terjadi, namun bisa mengundang kecurigaan pihak lain.

·         Pilih usaha sampingan, yang memiliki peluang besar, dan usahanya bisa membesar, jauh melebihi hasil pekerjaan utama.  Ini penting. Karena bila terjadi benturan dengan pekerjaan utama, pilihan untuk melepas pekerjaan utama menjadi lebih ringan.

·         Dalam memilih jenis usaha sampingan tidak boleh asal-asalan. Asal bisa, asal punya modal, asal bidang usahanya sedang terkenal, asal untungnya besar, asal ada kesempatan dan asal-asalan yang lainnya. Tanpa memiliki kekuatan dari dalam dirinya, atau tanpa memiliki pengetahuan titik kritis usahanya. 

 Sumber :  Utet Hutagalung, Majalah Ide Bisnis